Nama :
Muhammad Hasbi Muzakki
NIM :
1310110047
Kelas :
B1_PAI
Makul : Psikologi Kepribadian
Dosen Pengampu : Fifi Nofiatur Rahmah, M. Pd. I
TUGAS UTS
Dari hasil wawancara dengan Kk, saya
memperoleh bahwa kepribadiaanya banyak dipengaruhi oleh lingkungannya khususnya
teman pergaulan. Orang tua Kk sangat perhatian terhadap pembentukan karakternya, mulai pembentukan karakter sebgai seorang
Muslim yang baik dan pelajar yang bertanggungjawab. Orang tua sering
mengingatkan untuk shalat lima waktu, bahkan saat Kk tidak di rumah. Sebagi
pelajar, Kk juga diberikan fasilitas yang memadai. Pesan dari orang tua Kk agar
menjalankan kewajibannya sebagai seeorang Muslim dan pelajar sering dilaksanakan.
Namun pengaruh orang tua ini, dikalahkan oleh pengaruh pergaluannya yang bisa
dikatakan lebih ke arah negatif. Karena pengaruh pergaulannya ini, Kk sering
melupakan tugasnya sebagai pelajar, tidak hadir dalam perkuliahan. Dalam
dirinya, terkadang Kk ingin cepat menyelesaikan tugasnya sebagai pelajar, namun
pengaruh dari pergaulan ini sangat besar dan terlanjur menjadi kebiasaan untuk
tidak bisa menolak ajakan teman pergaulannya sehingga ia sangat sulit untuk
mewujudkan keinginan tersebut. Pada
awalnya Kk mampu mengendalikan pengaruh dari pergaulannya, namun karena sekali,
dua kali mencoba menuruti ajakan temannya dan lama kelamaan menjadi kebiasaan.
Dari hasil wawancara tersebut, faktor
yang berpengaruh besar terhadap
kepribadian seseorang adalah lingkungan, yaitu teman pergaulan. Hal ini sesuai
dengan teori Behavioristik. Teori Behavioristik
ini menyatakan bahwa perubahan perilaku lebih banyak dipengaruhi
lingkungan. Dalam hali ini input berupa
stimulus dan outputnya berupa respon terhadap stimulus itu.
Asosiatif stimulus dan respon ditunjukkan
melalui proses perilaku yang berkaitan dengan penyesuaian diri terhadap
lingkungan. Ini sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu :
1. Hukum kesiapan
a. Jika sudah siap melakukan sesuatu,
maka pelaksanaan tingkah laku tersebut memberi kepuasan baginya sehingga tidak
akan melakukan tingkah laku lain.
b. Bila sudah siap melakukan suatu
tetapi tidaj dilaksanakan, maka dia akan kecewa.
c. Bila belum siap melakukan sesuatu
tetapi tetap melakukannya maka akan timbul ketidak puasan.
d. Bila belum siap dan tidak
melakukannya, maka akan timbul kepuasan.
2. Hukum latihan
Semakin banyak yang dipraktikan
atau digunakannya hubungan stimulus-respon, makin kuat hubungan itu.
3. Hukum akibat
Apabila terjadi hubungan antara
stimulus dan respons dan diikuti dengan state of affairs yang memuaskan,
maka hubungan itu menjadi lebih kuat dan sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar