Jumat, 10 April 2015

Psikologi Kepribadian



Nama   : Zakky Wildani
NIM    : 1310110073
Kelas   : B1-PAI (Tarbiyah / PAI)
Mapel  : Psikologi Kepribadian
Pengampu : Fifi Nofiatur Rahmah, M. Pd. I


TUGAS UTS
           
Hasil wawancara yang saya dapatkan dari seseorang yang bernama Ay, bahwa kepribadian Ay sangat dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan juga lingkungan pergaulan. Dari lingkungan keluarga Ay didorong untuk bagaimana bersikap, gaya hidup, dan juga dalam bentuk semangat belajar. Dari lingkungan sekolah guru berperan dalam memotivasi Ay sehingga Ay lebih semangat dalam belajar dan juga merubah pola berfikir Ay tentang bagaimana arti kesuksesan itu, sedangkan dari lingkungan pergaulan Ay pada awalnya sering mendapat penolakan dari teman-teman dia sehingga dia susah bergaul, susah percaya sama teman dan juga kurang percaya diri saat mendapatkan teman baru.

ANALISIS
            Setelah saya mendapatkan informasi dari Ay, saya mencoba menganalisis dengan paradigma psikologi kepribadian yang telah saya pelajari. Dalam psikologi kepribadian faktor yang mempengaruhi kepribadian dari Ay adalah faktor lingkungan, sehingga masuk dalam kepribadian menurut paradigma behavioristik.
            Teori behavioristik berpendapat bahwa perilaku terbentuk melalui hubungan antara rangsangan dengan respon. Maksudnya adalah perilaku yang dilakukan Ay adalah pengaruh dari rangsangan, yaitu faktor lingkungan. Dalam paradigma behavioristik lebih menekankan pada terbentuknya perilaku sebagai hasil dalam belajar. Dalam perkembangan kepribadiannya pastilah melalui proses, dan proses tersebut merupakan tahap belajar yang akan membentuk kepribadian Ay. Saat perubahan kepribadian terjadi maka akan dapat diamati dengan teori behavioristik yaitu dilihat dari tingkah laku, sikap, cara bicara dan lain sebaginya.
            Pada proses belajar, proses terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon melalui :
1.      Hukum kesiapan
Jika reaksi terhadap stimulus didukung oleh kesiapan untuk bertindak atau bereaksi, maka reaksi menjadi memuaskan.
2.      Hukum latihan
Semakin banyak yang dipraktikkan atau digunakannya hubungan antara stimulus dan respon, semakin kuat hubungan itu.
3.      Hukum akibat
Apabila terjadi hubungan antara stimulus dan respon dan diikuti dengan state of affairs yang memuaskan, maka hubungan itu menjadi lebih kuat.
            Dalam keterangan hukum di atas, kepribadian Ay tentunya didasari dengan kesiapan dia untuk menangkap rangsangan yang di ciptakan oleh lingkungan dan Ay berusaha mempraktikkan apa yang telah dia tangkap dari rangsangan tersebut dengan cara mengimplementasikannya pada sehari-hari sehingga akibatnya rangsangan tersebut akan membentuk kepribadiannya yang kompleks yang akan dapat dilihat oleh teori behavioristik.
            Apabila dia mudah menangkap rangsangan maka dia pun juga akan mudah menangkap rangsangan yang akan diciptakan lagi oleh lingkungn tersebut sehingga dia akan terus memupuk kepribadiannya dan membentuk pribadi yang kuat berkat rangsangan tersebut.
            Demikian analisis yang dapat saya paparkan. Kesimpulannya adalah kepribadian Ay yang dipengaruhi berbagai lingkungan akan membentuk pribadi yang kuat dengan tahap kesiapan, implementasi dan akhirnya akan membentuk kepribadian yang tidak akan mudah dihancurkan dengan faktor apapun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar